Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Ada sekian banyak potensi yang bisa dikembangkan dalam dunia TI dalam rangka mengembangkan pendidikan Islam. Contoh yang paling mudah adalah internet dan CD interaktif.
Dengan keduanya, kita bisa membangun kampus dan sekolah digital. Di dalamnya tersedia semua materi pengajaran Islam. Mulai dari pelajaran bahasa arab, praktek ibadah, ilmu syariah, ilmu Al-Quran, ilmu hadits, sejarah, informasi perkembangan dunia Islam dan seterusnya.
Bahkan dengan kemajuan multi media hari ini, pengajaran ilmu-ilmu keislaman bisa disampaikan dengan audio visual. Sehingga untuk belajar gerakan sholat, wudhu, tayammum, manasik haji, kita bisa membuat simulasi 3D seperti yang kita lihat pada playstation dan game. Tentu akan jauh lebih jelas dan mudah dicerna para pengguna. Apalagi bila dikemas dalam bentuk games, maka akan menjadi edutainmen yang menarik sekaligus bisa sambil dakwah.
Dan pada prinsipnya, membuat semua itu tidak terlalu sulit. Sebab ada sekian banyak software yang bisa digunakan untuk membuatnya. Juga ada sekian banyak potensi tenaga ahli TI dari umat Islam yang belum mendapat lahan untuk beramal.
Yang kurang adalah kesadaran para ahli TI muslim itu sendiri yang hingga kini masih berpikir sekedar mencari uang dari TI. Sedangkan bagaimana berdakwah dan beramal jariah dengan potensi yang mereka miliki, masih jarang sekali yang mau melakukannya. Padahal tidak perlu dipungkiri bahwa potensi tenaga TI dalam tubuh ummat Islam itu sangat banyak, mulai dari yang pemula sampai kelas dunia.
Bila mereka itu bisa duduk bersama dengan para ustaz dan ulama, hasilnya adalah serbuan produk program TI yang berdimensi dakwah dan pengajaran Islam. Bahkan bila para aghniya' (orang mampu) juga diajak duduk bersama, maka semua CD interaktif itu bisa dibagikan gratis di pinggir jalan.
Padahal satu CD yang harga penggandaannya tidak lebih dari 3000-an perak itu bisa memuat seluruh kurikulum modul perkuliahan sebuah Universitas Islam.
Misalnya, kami punya paket CD program kitab klasik berbahasa arab. Masing-masing CD itu ada yang berisi 1000 jilid kitab, 700 kitab dan lainnya. Artinya cukup dengan membawa sebuah tas kecil yang berisi 30-an CD progaram itu, kita seolah sudah membawa beberapa universitas Islam plus perpustakaan digital. Sayangnya, semua itu masih berbahasa arab dan masih utuh sebagaimana kitab aslinya. Belum lagi dikemas dalam bahasa indonesia dengan program interaktifnya.
Tapi lepas dari semua itu, sebenarya TI adalah potensi yang luas biasa. Modalnya hanya sebuah komputer second dengan harga 1,5 jutaan, seorang muslim sudah bisa belajar sendiri tanpa guru di depan layar monitor. Dia bisa mengaduk-aduk isi CD program itu dan jadi pintar dengan sendirinya.
Sedangkan dengan internet, kita bisa menyelenggarakan kuliah syariah online. Dimana seorang bisa meraih gelar sarjana syariah hanya dengan duduk di depan internet. Sebab semua aktifitas mulai dari pendaftaran, mengikuti perkuliahan dengan dosen senior, tanya jawab dengan doktor, mengerjakan tugas, menjawab soal latihan bahkan ujian pun bisa dilakukannya melalui internet. Semua itu bisa dilakukannya dari mana saja, kapan saja 24 jam dalam sehari, murah, mudah, fleksibel dan cepat. Bahkan bila memang aktif, seseorang bisa saja menyelesaikan program kuliah syariah lebih cepat dari model kuliah konvensional.
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
Dikutip dari http://youngmuslimsindo.multiply.com
No comments:
Post a Comment